Insiden Pembakaran Gereja, Komisi III Serukan Konflik Segera Ditangani

TANGKAS –Insiden pembakaran gereja pada Selasa (13/10/2015) di Aceh Singkil, Nangroe Aceh Darussalam berujung tewasnya satu orang warga, Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyerukan agar konflik segera ditangani secara berhati-hati.

Pasalnya, ia mendapat informasi, ada sejumlah eks pemberontak yang tidak puas dengan pemimpin Aceh dan mencoba memperkeruh suasana. Padahal, pasca Perjanjian Helsinki, kondisi wilayah setempat semestinya tidak ada konflik mengingat sebagian besar tuntutan eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah diakomodir.

“Saya juga mendengar bahwa ada sekelompok orang yang mengatasnamakan rakyat Aceh telah kembali bergabung dengan Unrepresentative Nations and Peoples Organization (UNPO), padahal setelah Helsinki waktu itu GAM keluar dari UNPO,” ujarnya pada Selasa (13/10) di Jakarta

Kelompok itu, lanjut Sufmi, mencoba bermain dengan pemerintah, khususnya pemerintah Aceh. Sehingga, penyelesaian masalah tidak cukup melalui hukum namun menyeluruh. Terlebih UNPO wajib diwaspadai karena termasuk support Catalan merdeka dari Spanyol.

“Pemerintah harus bijak, hati2 namun tetap waspada dan tegas mensikapi soal Aceh,” tambah dia.

Terkait penambahan jumlah gereja, ia menilai tindakan itu wajar dilakukan selama sesuai dengan jumlah umat di suatu wilayah. Ia juga mengingatkan bahwa kasus pembakaran gereja hanyalah pemantik isu supaya Aceh kembali bergejolak.

“Harus diwaspadai bahwa kasus pembakaran gereja hanya entri poin untuk mebuat situasi keruh, karena dimanapun sebenarnya wajar kalau rumah ibadah bertambah, yang penting proporsional dengan umatnya,” tandasnya.

J.Agna Dentha

EDITOR : DD BIN