Inilah 5 Peran Serta Kemenperin Dan IOI dalam 4 Tahun Pertumbuhan Industri Nasional Jokowi JK

TANGKASNews РMemasuki 4 Tahun pemerintahan Jokowi РJK, Institut Otomotif Indonesia (IOI) sebagai lembaga thinker yang oksigen telah  ikut serta bersama pemerintah dalam perrumbuhan Industri Nasional.

 

Menurut Presiden IOI, Made Dana Tangkas menuturkan bahwa pihaknya telah turut berperan serta dalam lima hal kebijakan industri yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Pertama, ujar Made Dana Tangkas, terkait prihal program Pendidikan Vokasi, dalam rangka mengembangkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

 

“Bersama pemerintah, Perguruan tinggu dan SMK, kita berupaya bagaimana caranya mengembangkan potensi SDM Industri, khususnya Industri otomotif,” terangnya di Jakarta, Rabu ,(24/10).

 

Selanjutnya Kedua, Made Dana Tangkas mengatakan bersama Pemerintah pihaknya juga telah turut berkontribusi dalam pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di tanah air.

 

“Bersama Kemenperin, kita telah turut dalam pengembangan Industri otomotif, di Ceper, Tegal, dan Karawang. Pengembangan tersebu baik dalam pembuatan komponen otomotif maupun industri,” papar CEO IBIMA ini.

 

Ketiga, ucap Made Dana , IOI bersama Kemenperin telah berhasil membuat suatu program kerja nyata dengan menghasilkan sebuah produk otomotif nasional, yakni Kendaraan Pedesaan (AMMDes) yang telah diluncurkan resmi oleh Presiden Jokowidodo pada Agustus 2018 lalu di ajang GIIAS 2018.

 

“Kendaraan Pedesan (AMMDes) ini merupakan alhasil kami IOI bersama Kemenperin, dan para pelaku Industri Otomotif di tanah air dan telah diluncurkan resmi Presiden Jokowidodo pada Agustus lalu,” jelasnya.

 

Kemudian keempat, Made Dana menuturkan bahwa IOI bersama pemerintah juga sudah ikut dalam menyusun kebikjakan “LSV”, dimana regulasi ini terkait bagaimana caranya menurunkan kandungan Karbon (CO2).

 

“Dalam regulasi tersebut , kita bersama pemerintah juga sudah mempunyai target penurunan CO2 pada tahub 2029 mendatang mencapai 29 persen yang akan berdampak terhadap implementasi atas kendaraan berbasis Biofuel, Gas, dan elektrikal,” imbuhnya menjelaskan.

 

Terakhir, Advisor dari PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIIN) mengatakan bersama Pemerintah, IOI juga turut menyusun roadmap Industri otomotif di Indonesia.

 

“Road map yang tersusun tersebut, adalah bagaimana ¬†membangun industri dari hulu sampai ke hilir serta bagaimana meningkatkan kandungan TKDN dalam proses Industri di tanah air,” tutupnya.

 

Perlu diketahui, bersama Kementerian Perindustrian, IOI kini tengah fokus dalam misi keduanya yakni pengembangan ASEAN Car yang menjadi tindak lanjut kesepakatan antara Indonesia Malaysia dalam pertemuan dua kepala negara, PM Malaysia Tun Dr Mahathir dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat pada Agustus 2018 lalu.

 

Pengembangan ASEAN Car ini juga melibatkan pihak Malaysia Automotive Institute (MAI) dan telah melakukan penandatanganan MOU kerjasama.

 

Red

Editor : Intan