Inggris Pastikan Pesawat Rusia Jatuh Karena Bom

TANGKAS – Adapun penyelidik Inggris -yang meneliti penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Sinai- meyakini bahwa sebuah bom diletakkan di dalam pesawat sebelum lepas landas.

Pesawat penumpang Rusia yang mengalami kecelakaan di Mesir pekan lalu bukan disebabkan kegagalan teknis, demikian pejabat penerbangan Perancis yang mengikuti penyelidikan kasus ini kepada BBC.

Seperti dikutip Kantor berita AFP, peneliti Perancis yang mendalami kecelakaan di udara itu mengatakan, perekam data penerbangan telah menunjukkan bahwa “semuanya berjalan normal selama penerbangan, bahkan benar-benar normal, dan tiba-tiba semuanya hilang.”

Sebuah kesimpulan serupa juga diungkapkan anggota tim penyelidik dalam sebuah wawancara dengan televisi Perancis.

Sementara, pejabat Perancis lainnya mengatakan, perekam data penerbangan mengungkapkan adanya “suara keras yang tiba-tiba” berupa ledakan yang menyebabkan pesawat itu mengalami kecelakaan dan menewaskan 224 orang di dalamnya.

Jaringan televisi NBC, mengutip para pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, bahwa pada hari Jumat ada komunikasi antara pejabat Negara Islam atau ISIS di Suriah dan orang-orang di Sinai tentang keberhasilan mereka menjatuhkan pesawat itu.

Bom di dalam pesawat

Adapun penyelidik Inggris, yang meneliti penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Sinai, meyakini bahwa sebuah bom diletakkan di dalam pesawat sebelum lepas landas.

Kelompok militan, yang terhubung dengan kelompok Negara Islam atau ISIS, sebelumnya telah mengklaim sebagai pihak yang meledakkan pesawat penumpang Rusia itu.

Pesawat Metrojet Airbus A321 terbang dari kawasan wisata Sharm el-Sheikh di Mesir menuju St Petersburg, Rusia pada Sabtu lalu, sebelum jatuh di Sinai. Sebagian besar korban adalah orang Rusia.

Walaupun mengklaim sebagai penanggungjawab jatuhnya pesawat itu, kelompok ISIS belum mengungkap metode yang digunakan untuk menjatuhkan pesawat naas itu.

Pimpinan Negara Islam alias ISIS telah menyerukan perang terhadap Rusia dan Amerika Serikat yang telah melakukan serangan udara mereka di Suriah.

Tony

EDITOR : DD BIN