Ingat MK Itu Bukanlah Mahkamah Kliping Atau Koran

TANGKASNews – “MK bukanlah Mahkamah Kalkulator hanya terkait perselisihan hasil perhitungan suara, namun hendaknya juga MK jangan dijadikan Mahkamah Kliping atau Mahkamah Koran yang pembuktiannya hanya didasarkan pada kliping koran atau potongan berita.”

Demikian yang ditegaskan Saksi ahli Jokowi-Ma’ruf, Edward Omar Sharif Hiraiej atau Eddy Hiraiej disaat memberikan kesaksian sidang sengketa Pilpres 2019 kelima di Gedung MK Jakarta, Jumat (21/6).

Guru Besar UGM ini menjelaskan bahwa Bukti bukti yang diajukan kubu Prabowo Sandi yang dominan berupa kliping ataupun potongan berita koran itu secara mutatis mutandis, alat bukti petunjuk ini diadopsi dalam Pasal 36 juncto Pasal 37 berikut Penjelasan Pasal 36 dan Pasal 37 Undang-Undang Mahkamah Konstitusi.

Eddy menerangkan Inti kedua pasal tersebut berikut penjelasannya menyatakan bahwa petunjuk hanya dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat atau barang bukti berdasarkan penilaian Mahkamah Konstitusi dengan memperhatikan persesuaian antara alat bukti yang satu dengan alat bukti yang lain.

“Artinya, alat bukti petunjuk ini adalah mutlak kepunyaan hakim, bukan kepunyaan pemohon, bukan pula kepunyaan termohon ataupun pihak terkait,” ujarnya.

“Dengan demikian alat bukti petunjuk yang dijadikan dalil oleh Kuasa Hukum Pemohon, tidaklah relevan,” jelasnya.

Red
Editor : Intan