Industri 4.0 Akan Mampu Ciptakan Efesien Tinggi

TANGKASNews – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur mengutarakan Penerapan sistem Industry 4.0 dinilai dapat menghasilkan peluang pekerjaan baru yang lebih spesifik, terutama yang membutuhkan kompetensi tinggi. Untuk itu, dibutuhkan transformasi keterampilan bagi sumber daya manusia (SDM) industri di Indonesia yang mengarah kepada bidang teknologi informasi.

 

“Studi yang dilakukan terhadap industri yang ada di Jerman menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja akan meningkat secara signifikan hingga 96 persen, khususnya di bagian R&D dan pengembangan software, ” paparnya di Yogyakarta, Selasa (20/2).

 

Ngakan menambahkan terjadi shifting pekerjaan karena penerapan Industry 4.0. Pekerjaan nanti tidak hanya di manufaktur saja, akan berkembang ke supply chain, logistik, R&D.

 

“Selain itu, yang di sektor manufaktur juga perlu rescaling atau up-scaling untuk memenuhi kebutuhan,” imbuhnya.

 

Ngakan mengutarakan ada beberapa keuntungan yang dihasilkan atas penerapan Industri 4.0 ini.

 

Salah satunya , ujar Ngakan dengan Industri 4.0 ini akan mampu menciptakan efisiensi yang tinggi, mengurangi waktu dan biaya produksi, meminimalkan kesalahan kerja, dan peningkatan akurasi dan kualitas produk.

 

Sedangkan prasyarat penerapan Industri 4.0 agar dapat berjalan secara optimal adalah Pertama, tuturnya, ketersediaan sumber daya listrik yang melimpah, murah, dan kontinyu, serta ketersediaan infrastruktur jaringan internet dengan bandwidth yang cukup besar dan jangkauan luas (wide coverage).

 

Selanjutnya , Ngakan menambahkan adalah ketersediaan data center dengan kapasitas penyimpanan yang cukup banyak, aman dan terjangkau,ketersediaan infrastruktur logistik modern, dan kebijakan ketenagakerjaan yang mendukung kebutuhan industri sesuai dengan karakter Industry 4.0.

 

“Tahun 2018 ini kami akan melakukan sosialisasi besar-besaran untuk industry 4.0, jelasnya. Kemenperin pun telah membuat program pendidikan vokasi yang mengusung konsep link and matchantara industri dan SMK. Kami juga punya beberapa balai diklat yang bisa dipakai oleh industri untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerjanya, ” pungkasnya.

 

Disisi lain, Menteri PerindustrianAirlangga Hartarto mengutarakan implementasi Industry 4.0 mampu meningkatkan produktivitas, penyerapan tenaga kerja, dan perluasan pasar bagi industri nasional. Namun, peluang yang ditimbulkan era tersebut perlu membutuhkan keselarasan antara perkembangan teknologi terkini dengan kompetensi SDM yang tinggi.

 

“Revolusi Industry 4.0 merupakan upaya transfomasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di industri, di mana semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama,” terangnya.

 

Red

Editor : Intan