Indonesia Salah Satu Produsen Pulp Dan Kertas Terkemuka di Dunia

TANGKAS  – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terkemukan didunia.

Airlangga menambahkan Indnesia juga menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara untuk Industri Pulp dan Kertas.

“Realisasi produksi pulp dan kertas masing-masing sebesar 6,4 juta ton pulp dan 10,4 juta ton kertas,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan Humas Kemenperin, Jumat (19/8).

Selain itu , Airlangga juga memaparkan terkait ekspor pulp dan kertas masing-masing sebesar 3,7 juta ton pulp dengan nilai sebesar USD 1,72 juta dan 4,26 juta ton kertas dengan nilai sebesar USD 3,54 juta.

Dalam kunjungannya ke Pura Group di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (19/8), Airlangga mengutarakan  kondisi perkembangan industri pulp dan kertas. Pada tahun 2015, kapasitas terpasang industri pulp dan kertas masing-masing sebesar 7,9 juta ton per tahun untuk pulp dan 12,9 juta ton per tahun untuk kertas.

Sedangkan kebutuhan kertas dunia sekitar 394 juta ton, diperkirakan akan meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020.

“Kebutuhan kertas dunia diperkirakan akan tumbuh sebesar rata-rata 2,1 persen per tahun, dimana di pasar negara-negara berkembang akan tumbuh rata-rata sebesar 4,1 persen per tahun dan pasar negara maju 0,5 persen per tahun,”  jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengutarakan ndonesia memiliki peluang besar untuk pengembangan industri pulp dan kertas karena didukung potensi pasar baik di dalam negeri maupun di dunia.

Panggah menambahkan adanya keunggulan komparatif seperti masih adanya areal lahan atau hutan yang cukup luas sebagai sumber bahan baku kayu, iklim tropis yang memungkinkan tanaman dapat tumbuh lebih cepat, serta tersedianya bahan baku alternatif terutama tandan kosong kelapa sawit dan batang pisang hutan. “Juga telah dikuasainya teknologi proses dan tersedianya sumber daya manusia yang cukup banyak dengan upah yang kompetitif,” ucapnya.

Sehingga menurut Panggah, Kemenperin mendukung pengembangan industri pulp  yang terpadu dengan Hutan Tanaman Industri (HTI).

”Kami juga mendorong pengembangan industri pulp yang terpadu dengan Hutan Tanaman Industri (HTI), terutama di arahkan ke kawasan timur Indonesia. Di samping itu juga pemberian insentif melalui tax holiday ataupun tax allowance, pemberian harga gas tertentu, serta peningkatan pemanfaatan bahan baku non kayu dan peningkatan efisiensi produksi,”  jelasnya.

RED
EDITOR : INTAN