HTI Sebut Perppu Pembubaran Ormas Adalah Bentuk Rezim Diktaktor

TANGKASNEWS – Desakan publik agar segera membubarkan Ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dinilai bertentangan dengan Pancasila, membuat pemerintah mengeluarkan sebuah Perppu Pembubaran Ormas Anti Pancasila.

Dalam hal ini, HTI sebagai salah satu sasaran pemerintah untuk dibubarkan mempunyai keinginan besar untuk menolak terbitnya Perppu tersebut.

Ketua DPP HTI, Rokhmat S Labin mengatakan pihaknya bersama ormas islam lainnya akan menggelar aksi besar besaran untuk menolak Perppu Pembubaran Anti Pancasila tersebut.

“Demonstrasi akan dilakukan dan bukan hanya Hisbut Tahrir. Karena ini kan di dalam Perrppu itu tidak menyebut Hisut Tahrir, itu bisa mengancam semua organisasi. Apabila tidak disenangi oleh penguasa olrh pemerintah, mereka bisa melakukan tindakan yang sama,” terangnya di Jakarta, Kamis (13/7).

Perppu Pembubaran Ormas tersebut, imbuhnya, adalah bentuk terbitan rezim diktator. “Kalau dilihat undang-undangnya luar biasa. Jadi disebut di situ ancamannya di situ bukan hanya ancaman perdata tapi juga ancaman pidana pada anggota dan pengurus yang hukumannya itu 5 tahun sampai 20 tahun,” jelasnya.

Kendati demikian HTI, tuturnya belum daat memastikan kapan akan menggelar aksi akbar penolakan Perppu Pembubaran Ormas Anti Pancasila tersebut.

“Insya Allah akan kita lakukan. Konsolidasi dengan tokoh dan ormas yang lain bahwa ini bukan masalah Hisbut Tahrir tapi juga masalah ormas-ormas yang lain,” tutupnya.

RED
EDITOR; INTAN