HSCPSN 2015, WWF Indonesia Luncurkan Beep Touristm Tentan Wisata Laut

TANGKAS – Bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang jatuh setiap 5 November, WWF Indonesia menggelar acara diskusi yang bertajuk “Mengajak Wisatawan dan Operator Wisata Bahari Ramah Dengan Satwa Laut” di Jakarta pada Kamis (5/11).
Seperti diketahui, Wisata bahari merupakan tumpuan pengembangan Kementerian Pariwisata dalam mencapai target devisa negara sebesar Rp 4 Milliar Dollar US hingga tahun 2019. Dimana sebanyak 60 % wisata bahari ini adalah wisata pantai dan 25% merupakan wisata bentang laut seperti cruise, yatch, serta 15 % wisata bawah laut seperti menyelam dan snorkling.
Dalam gelar diskusi WWF Indonesia ini tampak hadir Direktur WWF Indonesia Dr.Efransjah, Puteri Indonesia 2005 Nadi Chandarwinata, Imam Musthofa, Sunda Banda Seascape (SBS) dan Fisheries Leader, WWF-Indonesia, dan Direktur Komunikasi WWF Indonesia I Nyoman Iswarayoga.
“Ekosistem laut merupakan objek vital dalam bisnis pariwisata bahari. WWF Indonesia berharap dengan adanya panduan ini pelaku wisata, baik wisatawan maupun operator wisata akan mampu mempraktikkan kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab, untuk menahan laju degradasi ekosistem laut akibat aktivitas manusia,” ujar Imam Musthofa, Sunda Banda Seascape (SBS) dan Fisheries Leader, WWF-Indonesia.
Sedangkan Nadin Chandarwinata berpesan kepada pemerintah Indonesia agar menjadi diri pribadi yang mandiri didalam memajukan dan mejaga kelestarian kekayaan alam Indonesia.
Guna pariwisata bahari dapat terus dinikmati dan memberikan manfaat sosial – ekonomi bagi masyarakat maupun bisnis, WWF Indonesia menerbitkan panduan yang berjudul ‘Mengamati dan Berinteraksi dengan Satwa Laut’.

Penyerahan Simbolik Buku Panduan dalam Launching Beep Tourism oleh Direktur WWF Indonesia, DR Efransyah kepada Nadin Chand
Penyerahan Simbolik Buku Panduan dalam Launching Beep Tourism oleh Direktur WWF Indonesia, DR Efransyah kepada Nadin Chandarwinata di Jakarta pada Kamis (5/11)

Panduan ini mempunyai visi misi agar wisatawan mendapatkan tips praktis bagaimana perilaku yang bijak, bersahabat dan bertanggungjawab sebagai wisatawan bagi masyarakat, laut dan ekosistemnya. Dengan memahami panduan ini, wisatawan akan memiliki informasi bagaimana memilih operator dan paket wisata yang tidak mengancam turunnya populasi satwa maupun rusaknya ekosistem laut.

Endha (BJ)

EDITOR : DD BIN