HR SUMMIT 2018, Industri 4.0 Ditentukan Manusia Bukan Teknologi

TANGKASNews – ” Menghadpi Revolusi Industri 4.0, kita harus benar benar siap menghadapi transformasi atau kemajuan industri yang benar benar harus disongsong bersama menuju Indonesia sebagai Negara Industri pada tahun 2030.”

 

Demikian yang disampaikan CEO Insan Bisnis dan Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA), Ir Made Dana Tangkas, Msi . IPU dalam sambutamnya gelar HR SUMMIT 2018 di Menara 165 Jakarta pada selasa (18/12).

 

Untuk itu, Made Dana menjelaskan IBIMA sebagai lembaga institut dan kegiatan keuangan mempunyai inisiatif untuk melakukan kerjasama dan berkolaborasi dengan beberapa instansi pemerintah maupun Swasta dalam rangka Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

 

Sehingga melalui gelar HR SUMMIT 2018 ini, IBIMA bersama pemerintah maupun stake holder lainnya bermaksud membangun SDM lokal yang potensi ,berdaya saing dan berkelas dunia.

 

” Melalui kegiatan HR SUMMIT 2018 ini kita ingin membangun SDM yang suistanable berkelanjutan sehingga tercapainya perusahan yang berkelas dunia,” terangnya.

 

Kemudian Staf Ahli Kemenristek Dikti, Prof. Paulina Pannen mengatakan Industri 4.0 ini merupakan Revolusi Manusia diberbagai aspek kehidupan.

 

” Transformasi Industri tersebut ditentukan oleh Manusia dan bukan oleh Teknologi. Sehingga Manusia adalah the Master of Technology,” tegasnya.

 

Selanjutnya, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono dalam sambutannya mengutarakan Revolusi Industri 4.0 ini membawa pengaruh yang signifikan terhadap ekosistem industri.

 

” Industri 4.0 menjadikan proses produksi dipaksakan mengkombinasikan terhadap Manusia dan Robot. Jika tidak menggunakan dua hal tersebut maka kita akan ketinggalan,” jelasnya.

 

Sedangkan Kepala Pusat Standarisasi Industri BPPI Kemperin Yan Sibarang Tandiele mengatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan lima karaketeristik teknologi utama yakni artivical inteligent sebagai logical layer, Internet of Things (IoT) sebagai Connectivity Layer ,  Opminted Reality, Visual Reality dan Advanced Robotic sebagai fisikal Layer.

 

” Terkait Industri 4.0, tiga sektor industri yang menyumbangkan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional diantaranya, Industri Karet, Tekstil dan Kulit,” pungkasnya.

 

Tampak hadir dalam gelar acara tersebut , Ketua Panitia HR SUMMIT 2018 Willy Susilo dan Founder CEO ESQ Ary Ginandjar Agustian , serta perwakilan dari pihak sponsor acara seperti Bank BRI, Institut Otomotif Indonesia, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan masih banyak lainnya.

 

Red

Editor ; Intan