Hoax Membangun, BSSN Itu Alat Negara dan Bukan Punya Rezim

TANGKASNews – “Keberadaan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini telah dirancang sejak 2015. Dan desain awalnya bukanlah untuk mengurusi hoax atau konten negatif di internet, tapi membangun ekosistem keamanan siber nasional. Jadi, kalau tiba-tiba Kepala BSSN ngomong seolah tugas BSSN adalah untuk menangkal hoax, itu harus segera diluruskan.”

 

Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di Jakarta, Senin (8/1).

 

DPR, ujarnya, untuk mengatasi berita Bohong (HOAX) atau hate speech sudah ada lembaga yang menanganinya yakni Direktorat Cyber Crime di Bareskrim Polri, Kominfo, hingga Dewan Pers.

 

“Tugas BSSN adalah layaknya tugas kementerian pertahanan di dunia maya. BSSN, misalnya, harus bisa mengantisipasi serta mengatasi serangan ransomware seperti ‘Wannacry’ yang sempat bikin heboh tahun 2017 lalu itu. Jangan sampai ‘ransomware’ semacam itu mengancam atau bahkan merusak infrastruktur siber strategis yang kita miliki, seperti jaringan siber perbankan, bandara, rumah sakit, atau sejenisnya. Jadi, itulah wilayah tugas BSSN, yaitu membangun ekosistem keamanan dunia siber, dan bukannya ngurusi ‘hoax’ dan sejenisnya,”  terangnya.

 

Pernyataan ini disampaikan Fadli Zon terkait dengan ucapan Kepala BSSN yang menyatakan “Hoax Membangun” .

 

Karena pernyataan “Hoax Membangun” dapat menimbulkan kesan BSSN sebagai lembaga baru negara ini yang mempunyai kedudukan sederajat dengan menteri ini terkesan dibentuk guna kepentingan kekuasaan dan tidak sesuai dengan Undang Undang yang berlaku.

 

“Artinya, BSSN harus kita dorong agar bekerja sesuai aturan, kredibel, akuntabel, dan transparan. Ia juga harus terbuka terhadap pengawasan eksternal. BSSN adalah alat negara, bukan alat rezim untuk melanggengkan kekuasaan. BSSN jangan berperan sebagai polisi demokrasi,”tutupnya.

 

Red

Editor : Intan