HARKORDIA 2018, Presiden Jokowi : KPK Adalah Koordinator Tim Nasional Pencegahan Korupsi di Tanah Air

TANGKASNews – Pagi tadi, Selasa (4/12) , Presiden Jokowi menghadiri Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia dan Peresmian Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi Tahun 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta.

 

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama memaksimalkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap tindak pidana korupsi di Tanah Air.

 

Menurutnya, terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi memungkinkan terbangunnya sistem pencegahan yang lebih komprehensif dan sistematis. “Perpres ini menempatkan KPK sebagai koordinator Tim Nasional Pencegahan Korupsi,” ucapnya.

 

Pemerintah, sambungnya ,juga mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas untuk melaporkan setiap tindak pidana korupsi.

 

“Telah pula terbit Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hal ini adalah bagian dari partisipasi masyarakat,” papar Presiden Jokowi.

 

Lebih lanjut, Presiden menekankan pemerintah juga mempersempit ruang untuk para koruptor yang ingin melarikan uang hasil korupsinya ke luar negeri.

 

“Pemerintah Indonesia dan Swiss saat ini sedang berada pada tahap akhir penyelesaian mutual legal assistance yang menjadi dasar untuk menyita, membekukan, dan mengembalikan aset para pelaku kriminal yang disembunyikan di luar negeri,” ujarnya

 

Kepala Negara dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi bagi pemerintahan daerah yang telah berupaya membangun cara kerja yang cepat dan efisien dalam rangka menerapkan pengawasan pencegahan terhadap tindakan korupsi.

 

“Korupsi adalah korupsi, tidak bisa diganti dengan nama lain. Sekali lagi, korupsi adalah korupsi,” tegasnya.

 

Red

Editor : Intan