Hari Nusantara, Pemrov Sumbar Bersama Kementerian ESDM Gelar Mitigasi Bencana Masa Depan

TANGKAS – Universitas Andalas menjadi tuan rumah roadshow seminar dan pameran Hari Nusantara ke-15 tahun 2015, Kamis (12/11). Staf Ahli Menteri ESDM bidang Komunikasi dan Sosial Kemasyarakatan, Ronggo Kuncahyo, mewakili Menteri ESDM Sudirman Said, membuka roadshow yang bertemakan

“Dengan Semangat Hari Nusantara Kita Perkuat Koordinasi dalam Mitigasi Bencana di Indonesia” ini. Hadir pula dalam roadshow ini adalah Staf Ahli Kebencanaan Kementerian ESDM Surono dan Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, yang menjadi keynote speaker membuka seminar.

Dalam sambutan Menteri ESDM yang dibacakan oleh Ronggo Kuncahyo, menyebutkan bahwa Indonesia memiliki tatanan geologis yang unik, yakni berada pada pertemuan tiga lempeng aktif dunia.

“Lempeng Australia bergerak aktif ke utara, lempeng Eurasia relatif stabil, dan lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah barat,” jelas Ronggo.

Pertemuan ketiga lempeng tersebut membawa potensi sumber daya geologi yang melimpah yang bermanfaat bagi kesejahteraan hidup masyarakat dan perekonomian Indonesia.

“Konsekuensi dari pertemuan tiga lempeng tersebut banyak dijumpai jebakan mineral logam dan non logam, serta minyak dan gas bumi,” sebut Ronggo.

Namun di sisi lain, interaksi dari ketiga lempeng aktif tersebut membentuk zona subduksi di lepas pantai dari Sumatera sampai Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan beberapa patahan aktif di dasar laut dan daratan.

“Aktivitas zona subduksi dan sesar aktif dapat menyebabkan gempa bumi dan juga membuat Indonesia mempunyai 127 gunung api aktif atau sekitar 13% jumlah gunung api dunia. Selain itu, zona subduksi membentuk morfologi dengan kemiringan sedang hingga terjal yang memicu tanah longsor dengan atau tanpa diikuti banjir bandang,” lanjut Ronggo.

Wilayah Sumatera Barat sendiri merupakan wilayah yang rawan akan bencana geologi. Contohnya adalah Gempa Padang pada 2009 silam yang menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana yang tidak sedikit. Di samping itu, terdapat pula empat gunung api aktif.

“Potensi bencana alam di Sumatera Barat tersebut mendorong Kementerian ESDM untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyelenggarakan seminar dan pameran ini sebagai salah satu upaya mitigasi kebencanaan untuk saat ini dan di masa depan,” sebut Ronggo.

Di akhir sambutan, Ronggo berharap supaya apa yang diperoleh dari roadshow seminar dan pameran Hari Nusantara 2015 di Universitas Andalas ini dapat bermanfaat besar bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan ini juga dapat memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan kebencanaan geologi,”tegasnya.

INTAN ( Korespondens)

EDITOR : DD BIN