Hanya 4708 Warga Jateng Turun Dalam Aksi 212

TANGKAS – Jelang Aksi Super Damai 212, Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono sekitar 4.708 warga Jawa Tengah yang berangkat menuju Jakarta.

“Rencananya yang akan berangkat ada 12 ribu orang lebih, namun pendataan terakhir sebanyak 4.708 orang, antara lain dari Temanggung 300 orang dan dari Solo ada 13 bus,”  tuturnya, Kamis (1/12).

Condro menambahkan untuk memperlancar pemberangkatan mereka, pihaknya mempersiapkan personel di jalur-jalur yang dilalui dan menyediakan cek poin untuk peristirahatan di masing-masing eks-karesidenan, yakni Keresidenan Surakarta di Boyolali, Pekalongan di Pekalongan, Banyumas di Cilacap, dan Kedu di Kebumen.

“Alhamdulillah kesadaran dari warga Jateng, juga melakukan doa bersama di masing-masing daerah. Pemerintah daerah, TNI/Polri memberikan fasilitas silakan berdoa di masing-masing daerah, Seperti di Solo dan Demak juga ada doa bersama. Itulah yang membuat yang rencana semula akan besar jumlah yang berangkat ke Jakarta dan sekarang hanya 4.000an warga atau sekitar sepertiga dari rencana,” terangnya.

Lebih lanjut, Condro mengutarakan personel tersebut melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan, hal itu bukan hanya pada jamaah yang akan doa bersama di Jakarta tetapi dilakukan untuk semua kendaraan.

“Selain itu, kekutan juga kami gelar di tempat-tempat yang memberikan fasilitas untuk istigosah maupun tempat-tempat rawan lainnya, misalnya di gereja dan tempat keramaian. Masing-masing daerah dua per tiga kekuatan dikerahkan karena sekarang berlaku siaga 1, secara umum kondisi Jateng aman,”  imbuhnya.

“Walaupun di Jakarta istigosah, kami juga mengimbau karena tempatnya juga terbatas, kalau berangkat jangan banyak-banyak dan kemarin ustad Gajah juga meminta tidak berangkat karena rencana semula mau shalat di jalan raya,”  tegasnya.

RED
EDITOR  INTAN