Gempa Tremor Sudah Hadir, Mungkinkah Gunung Agung Akan Erupsi ??

TANGKASNews – Sebelumnya , Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengatakan Gunung Agung akan mengalami letusan apabila setelah terjadinya Gempa Tremor.

 

“Kalau gempa tremor berarti letusan tinggal menunggu hitungan menit atau jam. Potensinya besar, makanya perlu diantisipasi kawasan rawan bencana untuk menghindari korban,” papar Kasbani di Karangasem , akhir bulan lalu, 25 Agustus 2017.

 

Sedangkan Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil menyampaikan pihaknya telah mendeteksi terjadinya Gempa Tremor akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung, pada Kamis (12/10).

 

Devy mengutarakan berdaserkan PVMBG yang disusun oleh I Nengah Wardana, gempa tremor non-harmonic sebanyak tiga kali, amplitudo: 1.5-4 mm dengan durasi: 80-140 detik.

 

Gempa Tremor yang terjadi, imbuh Devy, merupakan  jenis non-harmonic sering juga disebut spasmodic burst atauspasmodic tremor.

 

“Gempa Tremor tersebut rentetan beberapa gempa vulkanik di mana satu gempa muncul sebelum gempa sebelumnya selesai. Secara fisis merefleksikan aliran fluida magmatik (gas, liquid atau solid),”  paparnya.

 

Namun Devy menegaskan Gempa Tremor  Non Harmonic yang terjadi tidak diikuti dengan letusan . Manifestasi permukaan bisa hanya berupa pelepasan gas atau asap ke permukaan,”ucapnya.

 

Lebih lanjut, Devy menjelaskan untuk Gempa Tremor Harmonic ini terjadi jika aliran fluida mengakibatkan bergeraknya conduit dan membuat resonance effect atau efek resonansi.

 

Untuk itu PMVBG, tegasnya, berharap manifestasi di permukaan hanya berupa gas dan asap saja.

 

“Jadi, tekanan di bawah perut Gunung Agung cepat habis,” pungkasnya.

 

GUNG intan (Tangkas Bali)

Editor : Intan