Gempa Sulteng, Presiden Jokowi Tegaskan Jika Tidak Ngerti Situasi di Lapangan, Jangan Banyak Komentar

TANGKASNews – “Gempa seperti ini memerlukan waktu untuk masuk dan normal kembali. Jangan sampai banyak yang berkomentar tapi enggak ngerti situasi di lapangan.”

 

Demikian yang disampaikan Presiden Jokowidodo di Jakarta hari ini, Rabu (10/10) terkait banyaknya isu miring yang menyerang pemerintah terkait penanganan bencana gempa tsunami Sulawesi Tengah.

 

Lebih lanjut, Kepala Negara meminta kepada semua pihak bisa memahami kondisi di Sulteng, karena banyak juga pegawai pemerintah disana turut menjadi korban gempa  yang terjadi pada Jumat (28/9) dengan kekuatan 7,8 SR yang disertai Tsunami dan Likuifikasi.

 

“Tapi bahwa pelayanan itu belum maksimal, iya, karena juga banyak keluarga mereka yang jadi korban. Juga mereka sendiri yang rumahnya roboh tidak 1, 2, 3. Contoh kepolisian kenapa juga di Palu juga dari sisi semangatnya di awal-awal drop juga,”paparnya.

 

Presiden Jokowi juga menuturkan bahwa dari 200 korban Tsunami , hingga kini baru ditemukan 30 mayat  dan selebihnya masih menghilang.

 

Untuk itu, Capres RI dengan Nomor Urut Satu ini menghimbau kepada seluruh pihak agar tidak terlalu mendesak karena memang kondisi di lapangan tidak seperti yang dibayangkan selama ini. “Kondisi seperti itu harus kita ketahui, jangan mendesak-desak ini mendesak, kondisi lapangan berbeda dengan yang seperti kita bayangkan,”  terangnya.

 

Kendati demikian, Presiden Jokowi menegaskan proses tanggap darurat pemulihan situasi di Sulteng, baik di Palu, Donggala dan Sigi  pasca bencana sudah mencapai 70 persen.

 

“Membetulkan kabel-kabel yang terputus, kerja berat tanpa peralatan yang memadai karena memang dikerjakan manual. Gardu listrik yang 7 roboh, sudah sekarang hampir 70 persen, aliran listrik sudah bisa diselesaikan,” paparnya.

 

Red

Editor : Intan