Gelar Lampah Budaya Mubeng Benteng Kraton Yogya Doakan Pilpres 2019 Damai

TANGKASNews – Menyambut Tahun Baru Jawa, 1 Surya 1952 Be, atau Tahun Baru Muharam 1440 Selasa Wage, 11 September 2018, Kraton Yogyakarta bersama masyarakat menggelar Lampah Budaya Mubeng Benteng.

 

Lampah Budaya Mubeng Benteng atau sering disebut Topo Bisu ini diikuti ratusan abdi dalem kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan 10 ribu masyarakat dari berbagai elemen dan wisatawan lokal maupun mancanegara.

 

Gelar Topo Bisu Mubeng Benteng ini merupakan ritual tradisi turun temurun sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono ke II yang dilakukan setiap menyambut Malam Tahun Baru Jawa atau dikenal dengan Malam 1 Suro.

 

KRT Wijoyo Pamungkas, Carik Tepas Ndwara Pura, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat  menuturkan untuk pelaksanaan Topo Bisu tahun ini tidak dilaksanaakan bersamaan dengan 1 Muharam , karena berdasarkan perhitungan kalender Jawa Sultan Agungan, 1 Surya 1952 Be jatuh pada hari Rabu (12/9).

 

KRT Wijoyo menjelaskan acara ini akan dimulai tepat pukul 00.00 WIB, Rabu (12/9) ditandai dengan pemukulan lonceng kraton sebanyak 12 kali. “Selama jalan Mubeng Benteng disamping tidak boleh ngomong, bercanda, marah maupun berbicara negatif. Nanti juga hanya berdoa kepada Allah. Meminta agar di tahun politik bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan undang-undang,” ¬†sambungnya.

 

Lebih lanjut, KRT Wijoyo mengatakan gelar ritual tahunan ini, para peserta baik abdi dalem maupun masyarakat akan menempuh jalan sepanjang 5 kilometer ,Bangsal Pancaniti, Jalan Rotowijayan, kemudia Jalan Kauman, Jalan Agus Salim, lalu Jalan Wahid Hasyim, Suryowijatan, melewati Pojok Beteng Kulon, Jalan MT Haryono, Pojok Beteng Wetan, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ibu Ruswo, dan Berakhir di Alun-alun Utara Yogyakarta.

 

“Peserta selain dari Yogyakarta, juga dari Magelang, Semarang, Cirebon, dan yang lainnya. Kalau tahun kemarin juga ada turis yang ikut. Nanti jalannya sekitar 5 kilometer. Nanti peserta dilepas oleh Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi dan sebelumnya ada pengarahan dari Pengageng,” jelasnya.

 

Sedangkan untuk Topo Bisu Mubeng Banteng kali ini , ujarnya, kami masyarakat Yogya mendoakan agar pelaksanaan Tahun Politik atau Pilpres 2019 berjalan dengan damai.

 

“Pilpres 2019 mendatang, “Jangan ada gejolak atau tindakan yang kurang terpuji. Kita jaga persatuan dan kesatuan, tujuan mubeng Benteng ini adalah mencari sesuatu yang baik dan menghindari yang jelek,” tegasnya.

 

Red

Editor : Intan