Erupsi Gunung Bromo, Wisatawan Masih Belum Diizinkan Masuk Kawasan

TANGKAS – Kondisi gunung Bromo yang masih dalam status Siaga membuat para wisatawan tak diperkenenankan masuk ke radius 2.5 kilometer dari kawasan kaldera Bromo.

Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Khoirun Nisa mengatakan, saat ini kondisi belum dapat dibuka untuk umum, hal ini dikarena kondisi gunung Bromo masih belum normal.

Kawasan Kaldera Bromo merupakan kawasan wisata yang sering menarik wisatawan lokak maupun mancanegara. Kaldera Bromo ini meliputi savana, padang pasir, dan kawah. Kawasan ini telah ditutup untuk kegiatan pariwisata sejak status gunung dinaikkan dari Waspada menjadi ke Siaga pada Desember 2015 lalu.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim secara resmi melaporkan lewat akun twiter resminya @bpbd_jatim menyebutkan ketinggian asap mencapai 1200 meter dari puncak atau 3529 mdpl dan belum mengalami perubahaan. Keadaan ini telah terjadi semenjak Kamis (21/1/2015) pagi, setelah sebelumnya asap setinggi 1500 m atau 3829 mdpl terjadi pada Rabu (20/1/2015) pukul 18.00-00.00 WIB.

Sementara itu, pengamatan secara visual Jumat (22/1/2016) siang ini pukul 00.00-06.00 WIB, cuaca dipuncak Bromo cerah dengan angin yang berhembus tenang dan bersuhu sekitar 13-19°C.

“Terdengar suara dentuman dan gemuruh sedang dari kawah. teramati sinar api sesekali samar-samar dari kawah,” tweet resmi @bpbd_jatim pada Jumat (22/1).

Selain itu, kegempaan tremor masih menerus tercatat  terjadi dengan amplitudo 2-24 milimeter dominan 4 milimeter, pada Jumat (22/1/2016) pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Tak hanya itu, gunung bromo mengalami empat kali gempa letusan juga terdeksi selama gempa 14-40s dengan amplitudo maximum 22-45 milimeter.

INTAN

EDITOR : DD BIN