Ekonom Bali Nilai Pemerintah Gagal Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Sesuai Nawacita Jokowi

TANGKASNEWS – Pemerintah telah gagal mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan range 7 persen di periode 2014 – 2019.

Sehingga Janji Nawacita Presiden Jokowidodo dinyatakan gagal terkait pertumbuhan ekonomi nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) .

Pernyataan ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dan Politik asal Pulau Bali, Putu Yulia S dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/7) malam.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 4,9%, tahun 2016 sebesar 5,02% dan Triwulan I tahun 2017 sebesar 5,01% adalah pertumbuhan yang tanggung. Strategi pembangunan ekonomi pemerintah yang fokus pada peningkatan produksi dengan mengabaikan peningkatan daya beli rakyat telah membuat rakyat makin menderita dan sekaligus melanggar prinsip perekonomian berdasarkan azas kekeluargaan yang diamanatkan oleh Pasal 33 ayat 1 UUD 1945,” terangnya.

Selain itu, Yulia menambahkan bahwa niat pemerintah untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi tahun anggaran (TA) 2017 sebesar 5,2% tidak dapat diterima, karena pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2017 hanya sebesar 5,01%.

Disisi lain, Politikus Gerindra Nizar Zahro menyatakan pemerintah terlalu gegabah dalam dalam menyusun Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017.

“Seharusnya pemerintah mengajukan rencana belanja negara dalam APBN ataupun RAPBNP sesuai dengan keyakinannya,” tegasnya di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (26/7).

Nizar menjelaskan Dalam RAPBN-P 2017 pemerintah mengajukan belanja negara sebesar Rp 2.111,4 triliun. Namun pemerintah sendiri tidak yakin, sehingga mengajukan outlook RAPBNP 2017 sebesar Rp 2.077,0 triliun.

RED
EDITOR : INTAN