Ekonom Bali : Dollar 15 Ribu, Tenang Ada UFO Di atas Gunung Agung

TANGKASNews – Menutup Selasa malam (4/9) , Nilai tukar Rupiah atas dollar mencapai angka yang fantastis di Rp 14.909.

 

Menurut Ekonom Bali, Putu Yulia S, melejitnya Dollar saat ini sangat berkah bagi para pengusaha pariwisata di Bali.

 

“Ini menjadi berkah bagi mereka para pelaku pariwisata di Bali, karena kita tahu disini sebagai destinasi utama wisatawan mancanegara dengan mengandalkan pembayaran dollar sudah barang tentu akan meraih peningkatan profit,” papar Yulia , Selasa (4/9).

 

“Bisa jadi penampakan awan Ufo di atas Gunung Agung menjadi isyarat dari alaam menyambut keberkahan atas melesatnya nilai Rupiah atas dollar. Rejeki nomplok,” sambung sahabat dari Ibu Menkop Bintang Puspayoga ini.

 

Seperti diketahui menjadi viral penampakan awan berbentuk UFO di puncak Gunung Agung pada selasa pagi disaat Rupiah menunjukan angka 15 ribuan .  Sedangkan Awan tersebut menurut BMKG disebut Lenticular clouds (altocumulus lenticularisatau lenticularis stand altocumulus) merupakan sejenis awan yang unik dan biasanya terbentuk di sekitar bukit-bukit dan gunung-gunung akibat pergerakan udara di kawasan pegunungan.

 

Kembali masalah ambruknya Rupiah, Yulia menekankan tidak ada yang perlu dikawatirkan dengan melejitnya nilai Rupiah atas Dollar saat ini, karena semuanya dipengaruhi adanya faktor eksternal krisis dunia. ” Rupiah aman , jangan terlalu mendramtisir jelang Pilpres 2019,” ucapnya.

 

Solusi Normalisasi Rupiah.

 

Yulia menjelaskan ada beberapa jalan yang dapat dilakukan guna menormalisasi nilai Rupiah di batas wajar, namun perlu adanya kerjasama masyarakat dengan pemerintah.

 

“Ini memang mudah tapi perlu adanya kesadaran tinggi dari masyarakat yang biasa main di dollar,” ujar Yulia.

 

Yulia mengutarakan solusi pertama adalah masyarakat yang mempunyai dollar agar mau menukarkan ke dalam bentuk Rupiah guna menguatkan nilai tukar Kurs. ” Untuk Indonesia , masyarakat pemilik dollar setidaknya mau menjual dollarnya ke Rupiah, ” sambungnya.

 

Masyarakat Indonesia , ungkapnya , dalam hal ini harus percaya dan optimis kepada pihak pemerintah bahwa dapat menanggulangi gejolak nilai rupiah saat ini. ” Pemerintah tidak akan diam, kini juga tengah mempersiapkan beberapa solusi dan deregulasi guna menurunkan nilai tukar Rupiah,” jelasnya.

 

Kendati demikian, Yulia mengatakan mengingat ambruknya Rupiah saat ini ditengah tahun politik juga mengawatirkan , ada pihak yang sengaja tidak mau atau sengaja menahan dollarnya guna menjatuhkan performana pemerintaham Jokowi jelang Pilpres 2019. ” Itu kendala yang paling berat, masalahnya ambruknya Rupiah dijadikan momen tepat bagi pihak lawan Jokowi saat ini,” imbuhnya.

 

Yulia mengaku optimis ekonomi nasional masih aman , karena pemerintah dan BI  tengah berupaya melakukan stabilisasi  Rupiah guna membatasi agar ambruknya Rupiah tidak kebablasan.

 

” Kami para pelaku ekonomi optimis, ambruknya Rupiah tidak akan berlangsung lama” ujarnya.

 

Solusi kedua bagi pemerintah, papar Yulia, selain mempersiapkan regulasi moneter baru akan sistem alat tukar, pemerintah bisa menggenjot sektor pariwisata guna mempercepat income devisa yang nantinya dapat membantu defisit anggaran sebagai proses mengatasi instabilitas Rupiah saat ini .

 

” Ini merupakan solusi jangka pendek bagi pemerintah untuk mengamankan nilai tukar Rupiah , ” terangnya.

 

Namun bagi di Bali, tegasnya, melejitnya nilai Rupiah merupakan suatu keuntungan yang sangat besar, karena diakui Bali merupakan destinasi utama wisata Indonesia dan sebagai penyumbang devisa terbesar , maka dollar naik pun income devisa yang diperoleh akan semakin tinggi.

 

“Ambruknya Rupiah saat ini, disbut dengan senyuman bagi masyarakat pulau dewata, apalagi ada penampakan UFO di puncak Gunung Agung itu pertanda baik sekali. Gak nyambung ya,” tutupnya dengan nada gurau .

 

Red

Editor : Intan