DPR : Untuk Apa Pemerintah Kembangkan Mobil Desa ??

TANGKASNEWS – Fraksi PDIP DPR, Masinton pasaribu mempertanyakan tujuan utama dari pengembangan Mobil Desa yang tengah dilakukan pihak Kementerian Perindustrian dan stake holder terkait.

“Untuk Apa sih sebenarnya pemerintah kembangkan mobil desa, khan sudah banyak kendaraan jenis pick up yang bagus bagus dikeluarkan produsen mobil masuk ke Indonesia,” tutur Masinton dalam keterangannya di Jakatra, Sabtu (27/5) malam.

Untuk itu DPR, tegasnya meminta penjelasan dari pihak Kementerian Perindustrian atau pihak terkait tentang target dari pengembangan moda transportasi desa.

“Apa mobil desa yang dikembangkan nanti apa sudah mempunyai fungsi multiguna,” tanya Anggota Komisi III DPR ini .

Karena menurutnya, mobil desa yang dikembangkan pemerintah benar benar harus dapat membantu transportasi di pedesaan. “Bukan hanya untuk alat angkut hasil pertanian saja, harus bisa untuk kebutuhan lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, jika pengembangan mobil desa dari Kemenperin hanya ditujukan untuk pengangkutan hasil pertanian dan tidak bisa untuk kebutuhan lainnya itu sama saja pihak Kemenperin telah melakukan pemborosan anggaran. ” Khan masih banyak program yang bisa dikembangkan guna membantu meningkatkan perekonomian masayrakat desa,” pungkasnya.

DPR , ungkapnya, menyarankan jajaran pemerintah agar fokus terhadap penyelesaian program infrastruktur yang masih banyak mangkrak dan diharapkan bisa terealisasi di tahun 2018 mendatang. ” Lebih baik kementerian fokus terhadap program infrastruktur saja dulu, guna mewujudkan janji janji nawacita dari Presiden Jokowidodo di masa akhir jabatannya periode pertama,” paparnya.

Sebelumnya, hal senada disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga yang menyatakan saat ini ditengah krisis Ekonomi, Indonesia masih belum butuh mobil desa.

Menkop Puspayoga menilai pengembangan mobil desa itu masuk dalam pemborosan anggaran negara dan masih bisa ditunda pelaksanaannya setelah program prioritas utama di sektor infrastruktur terealisasi.

RED

EDITOR: INTAN