DPR Sebut Aparat Sudah Ditunggangi Pihak Berkepentingan Dalam Polemik ForBali

TANGKAS – Kasus Reklamasi Teluk Benoa kini telah menjadi perhatian para anggota DPR, khususnya Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah terkait sikap aparat dalam konser Superman is Dead SMAN 1 Tabanan , pekan lalu (20/8).

Menurutnya, Pihak Keamanan terlalu lebay dan berlebihan dalam pengawasan konser tersebut dengan melarang para penonton mengenakan atribut Bali Tolak Reklamasi (ForBali).

“Saya menolak keras bila aksi aparat keamanan dalam konser SID dalam rangka menekan kebebasan berekspresi. Karena konstitusi telah menjaminnya dengan tegas,”  tuturnya di Gedung Parlemen Senayan , Jakarta pada Selasa (23/8).

Anang menambahkan sangat jelas pihak aparat telah ditunggangi pihak berkepentingan dalam kisruh Reklamasi Teluk Benoa di Bali.

Anang mengakui konser SID merupakan bentuk kebebasan berkspresi yang bukan menggunakan aksi kekerasan.

Anang menekankan tidak ada alasan bagi aparat untuk bersikap berlebihan.

“Aparat harus bisa membedakan kekerasan dengan musik keras,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Anang menghimbau kepada lembaga formal di tingkat Provinsi di Bali seharusnya dapat menjembatani aspirasi yang muncul di masyarakat untuk menemukan titik temunya.

” Kami minta pemerintah juga harus serius tangani kasus polemik Reklamasi Teluk Benoa ini, ” pungkasnya.

RED

EDITOR : INTAN