DPR Sangat Psimis Akan Pelaksanaan Tax Amnesty II

TANGKAS – Berbeda dengan Presiden Jokowidodo akan Program Tax Amnesty (pengampunan pajak) yang mengaku sangat optimis keberhasilannya, Pihak DPR Khususnya Komisi XI DPR mengaku psimis dala Tax Amnesty II.

” Agak seret seiring dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia,”  tuturnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafisz Thohir, pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi 1% menurun, sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terpaku antara 4.9% sampai dengan 5.0% everage rata-rata pada akhir 2016 nanti.

“Saya melihatnya tax amnesty jilid II ini tidak sesukses tahap I. Tetapi masih dalam koridor yang oke, tidak terlalu buruk,” imbuhnya.

Hafidz mengatakan jika tax amnesty periode II tidak efektif, maka akan berdampak terhadap penerimaan negara.

“Target penerimaan negara dari sektor pajak sudah memasukkan asumsi tax amnesty. Namun nampaknya target akan tidak tercapai,” terangnya.

Hafiz mengutarakan ada beberapa dampak jika tax amnesty periode kedua tersebut tidak berjalan efektif.”Artinya ada short fall penerimaan negara. APBN tidak akan mencapai pemakaian maksimal karena short fall, artinya dari RAPBN 2016 terjadi defisit neraca APBN. Defisit yang melebihi dari target 2.5%,”  paparnya.

RED
EDITOR : INTAAN