DPR Pastikan RUU Pemilu Akan Gugur di MK

TANGKASNEWS – RUU Pemilu yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR pada Kamis (20/7) malam dinilai akan gugur di Mahkamah Konstitusional (MK).

Untuk itu DPR berani mengesakan RUU Pemilu dalam Rapat Paripurna walaupun diwarnai dengan aksi walkout beberapa fraksi.

Prihal ini disampaikan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah yang memutuskan untuk tetap mendampingi Ketua DPR, Setya Novanto dalam Rapat Paripurna guna mengesakan RUU Pemilu. “Biar ajalah. Biar sidangnya ada dua orang gitu yang mimpin,” ucap Fahri.

Fahri menjelaskan walaupun dirinya tetap didalam sidang dan tidak ikut Walkout dengan pimpinan DPR lainnya seperti Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ia tetap tidak setuju dengan adanya Presiden Thresold.

“Pertama, saya ini kan sekarang tidak ada yang ngajak konsultasi lagi sekarang,” tuturnya di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (21/7).

Selain itu, Fahri mengatakan dirinya tetap berada dalam sidang Paripurna pengesahan RUU Pemilu, karena sesuai ketentuan dan kapasitasnya selaku Wakil Ketua agar menjalankan sidang dengan baik.

“Karena independen, ya, saya merasa bahwa sebagai pimpinan DPR, saya temani ketua supaya keputusannya lebih lancar,” terangnya.
Fahri menegaskan RUU Pemilu yang telah disahkannya dipastikan akan mendapat bantahan melalui judicial review di MK.

“Presiden Thresold ini dinilai akan menciptakan ketidakpastian politik dalam negeri,” ungkap Fahri.

DPR, tegasnya memprediksi Judicial Review yang akan maju ke MK dipastikan akan menang, maka RUU Pemilu ini dinyatakan akan gugur.

Oleh karena menurutnya sistem pemilihan Presiden dan Wapres dalam Presiden Thresold tersebut bertentangan dengan sistem pemilihan Presiden langsung dan bertentangan konstitiusional.

RED
EDITOR : Intan