DPR : Anjloknya Rupiah Berdampak Naiknya Harga Barang Pokok

TANGKASNews – Terpuruknya nilai Kurs Dollar atas Rupiah beberapa pekan lalu dinilai akan mempengaruhi perekonomian nasional, khususnya harga barang kebutuhan pokok.

 

Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan  mengatakan melemahnya nilai Rupiahbyang mencapai Rp 13.800 ini diprediksi akan menambah beban perekonomian nasional.

 

“Rupiah yang cenderung melemah hingga melampaui titik psikologis, tentunya akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional,”  ujar Heri di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (8/3).

 

Dalam keterangannya, Heri memaparkan ada beberapa dampak yang akan ditimbulkan atas pelemahan rupiah ini.

 

Pertama, ujarnya, struktur pendapatan dan belanja di APBN akan berubah akibat perubahan asumsi makro dimana beban terhadap neraca pembayaran luar negeri yang sudah pasti akan merugikan keuangan negara.

 

Kedua, imbuhnya, nilai ekspor yang tidak kompetitif karena bahan baku kita 30-40 persen berasal dari impor; beban bunga utang yang bisa membesar dan kelesuan industri keuangan.

 

“Jika pemerintah tidak segera melakukan tindakan preventif, walaupun sebagian mengatakan indikasinya karena faktor global maka pelemahan rupiah tersebut akan menjalar ke sektor riil dimana harga-harga kebutuhan pokok bisa melambung, lebih-lebih beberapa kebutuhan dasar kita masih impor seperti, beras,” terangnya.

 

Dengan demikian DPR, tegasnya, menyarankan kepada pemerintah agar segera melakukan tindakan preventif serta Bank Indonesia juga disarankan untuk melakukan stabilisasi psikologi harga pasar.

 

Selain itu, Heri menambahkan pemerintah perlu memperkuat fundamental perekonomian yang lebih komprehensif dan terintegrasi khususnya dalam kebijakan moneter, fiskal dan sektor riil guna memperkuat cadangan devisa melalui peningkatan ekspor non-migas dan devisa pariwisata, tentunya disamping memanage persepsi untuk menciptakan kepercayaan pasar sehingga mampu meredam gejolak rupiah serta memperbaiki pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.  “Semuanya itu diharapkan bukan hanya sebatas wacana,” tutupnya.

 

Red

Editor : Intan