Dinilai Makar, Rachmawati Soekarnoputri Diciduk Aparat

TANGKAS – Gerakan Selamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (GS NKRI), yang menuntut agar MPR menggelar sidang istimewa untuk kembali ke UUD 1945 yang asli.

Pada dini hari , Jumat (2/12), aparat kepolisian telah menangkap beberapa tokoh ternama dalam GS NKRI tersebut diantaranya, achmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, Eko, Adityawarman, mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein, Firza Huzein, aktivis Ratna sarumpaet, tokoh pergerakan Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Rizal Kobar.

Mendengar kasus penangkapan ini, Adik kandung Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Lily Wahid  mengaku kaget atas peristiwa penangkapan tersebut.

“Sampai saat ini Ibu Rachmawati dan para kawan-kawan GS NKRI kami belum bisa menghubungi. Kami akan melakukan upaya hukum untuk membebaskan para tokoh yang ditahan karen ini bukan makar,”  ujarnya di sela sela pelaksanaan Aksi 212 di Lapangan Monas Jakarta., Jumat (2/12) Siang.

Lili menilai GS NKRI merupakan upaya memperjuangkan sesuatu yang mereka yakini benar dan harus diperjuangkan. Hal ini juga sesuai dengan konstitusi.

“Kalau aksi makar pasti dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sedangkan kami melakukan secara terbuka kepada publik. Penangkapan ini murni perbuatan kriminal,”  tuturnya.

Lili mengungkapkan bahwa dengan adanya penangkapan putri bungkarno tersebut menjadikan dirinya harus memimpin sementara GS NKRI hingga Rachmawati dibebaskan.

” GS NKRI tetap melanjutkan aksi dan menyampaikan tuntutan kembali ke UUD 1945 melalui Sidang Istimewa MPR. Dan kami menunjuk dr Hilmi Abubakar sebagai Korlap Aksi,”  tegasnya.

RED
EDITOR : INTAN