Dengan Moral Pancasila Diyakini Akan Lahir Pemimpin Yang Handal

TANGKASNEWS – “Dari rasa percaya diri tersebut niscaya akan melahirkan suatu kehendak yang untuk selalu diperjuangkan. Syarat ketiga harus bisa menanamkan kemauan kepada rakyat untuk memiliki kekuatan bekerja memperjuangkan cita-cita.”

Demikian yang disampaikan Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden (UKP) Pemantapan Ideologi Pancasila (PIP) Megawati Soekarnoputridalam pidato peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila di halaman belakang Istana Bogor di Jawa Barat, Sabtu (12/8).

Ketua Umum PDIP ini menambahkan moral Pancasila adalah modal bagi seseorang untuk menjadi seorang pemimpin. Pancasila tidak sekadar dasar negara, ideologi dan cita-cita pemersatu bangsa, tapi juga sebuah dedikasi moral, tuntutan hidup, termasuk dalam pembentukan karakter dan jiwa pemimpin Indonesia.

“Membaca pidato-pidato Bung Karno sebagai seorang proklamator, sebagai pahlawan bangsa, beliau pernah mengatakan Indonesia harus punya dedication of live untuk kehidupannya,” ucapnya.

Menurut Presiden Kelima RI ini, ung Karno sadar bahwa membangun negara memerlukan dasar-dasar moral dan pembentukan karakter, sehingga Pancasila dijadikan petunjuk bangsa untuk menghindari hal-hal yang negatif.

“Pancasila dalam arti moral, yaitu membimbing kita, mengharuskan kita dalam tingkah laku sehari-hari,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Megawati juga mengutarakan bahwa Pancasila harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan bahkan sudah seharusnya menjadi fondasi dari sistem pendidikan Indonesia.

“Hanya dengan cara itu pendidikan mampu melahirkan manusia yang berwatak membangun, berani mengambil inisiatif, tidak lekas putus asa, ulet dan gigih untuk mencapai tujuan-tujuan yang tidak berorientasi pada diri sendiri, tapi pada kepentingan bersama,” jelasnya.

Untuk itu, Megawati menekankan dengan hadirnya moral Pancasila dalam pendidikan di Indonesia harus mampu melahirkan manusia Indonesia yang andal.

Turut hadir dalam acara tersebut, Presiden Jokowidodo dan Jendral Try Sutrisno, Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo, dan beberapa pejabat tinggi negara.

RED
EDITOR: INTAN