Dengan Imbalan Rp 1 M, Ahok Mengaku Dapat Ancaman Akan Dibunuh

TANGKASNEWS – Lanjut kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan agenda pembacaan berita acara penyelidikan (BAP) dalam sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi M. Taufik, di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (15/8).

Dalam BAP tersebut, Ahok mengaku ada pihak yang mengancam dirinya dibunuh dengan imbalan sebesar Rp 1 Milliar.

“Saya mengalami kerugian antara lain, saya mengalami fitnah di mana banyak orang terutama warga DKI Jakarta menganggap saya menista salah satu agama. Saya juga merasa terancam karena sampai ada seseorang yang ingin membunuh saya, dengan imbalan uang sejumlah satu miliar karena saya telah menistakan agama,” papar Ahok dalam BAP.

Selain itu, Ahok juga pernah diminta untuk mundur dari pencalonannya sebagai Gubernur pertahanan dalam pelaksanaan Pilkada DKI 2017 lalu.

“Dalam pelaksanaan kampanye saya ditolak di beberapa tempat, dikarenakan saya telah dituduh menistakan agama,” imbuhnya.

“Dapat saya jelaskan bahwa kalimat bapak ibu (pemilih muslim) dibohongi surat Al Maidah 51 (dan) masuk neraka (bapak ibu bodohi), tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan saat memberikan kata sambutan di tempat pelelangan ikan di Pulau Pramuka,” Terang Ahok dalam BAP.

Sedangkan kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian dalam gelar tersebut mengatakan ungkapan BAP Ahok tersebut dapat digugurkan, karena kesaksian itu tidak berdasar sehingga bisa digugurkan karena dia menyebut ucapan Ahoklah yang membuat masyarakat resah karena menyinggung surat Al Maidah.

“Timbulnya keresahan ini bukan karena postingan Buni Yani, tetapi keresahan itu karena ucapan dari terdakwa sendiri tentang surat Al-Maidah. Jadi jelas, kesaksian ini dapat digugurkan dan ini suatu fitnah kepada Buni Yani,” pungkasnya.

RED
EDITOR: INTAN