CEO IBIMA : Indonesia Tak Perlu Buru Buru Masuk ke Industri 4.0

TANGKASNews – ” Melihat situasi sekarang ini, Indonesia tidak seharusnya terburu buru untuk masuk dalam era Industri 4.0.”

 

Keterangan ini disampaikan CEO IBIMA, Ir.Made Dana Tangkas dalam gelar dialog Industri bersama United Tractors Pandu Engineering. PT,di kawasan Industri Jababeka, Rabu (6/3).

 

Made Dana mengatakan bagi Indonesia, Industri 4.0 ini hanyalah sebuah pilihan dan bukan roadmap.  ” Kalau Roadmap Industri 4.0, Indonesia memang sudah harus masuk dalam era revolusi Industri tersebut,” terangnya.

 

Sedangkan kalau Industri 4.0 merupakan suatu pilihan. Indonesia harus menyesuaikan dengan situasi bangsa saat ini. ” Kalau pilihan,kita harus hitung hitungan dulu. Sudah siapkah potensi bangsa kita untuk masuk dalam revolusi Industri 4.0 tersebut. Dan kalau belum , kita cukup dengan menerapkan Industri 2.0 ataupun 3.0,” paparnya.

 

Lebih lanjut Made Dana menjelaskan untuk masuk kedalam era Industri 4.0 ini, Indonesia harus sudah punya teknologi yang sepadan dengan era tersebut.

 

Dalam dunia Industri 4.0, imbuhnya, harus ada teknologi mekanisasi tenaga air dan uap, teknologi mass production (produksi massal), teknologi komputer otomatisasi dan terakhir adalah teknologi cyber phisical system.

 

Selain itu ,Made Dana memaparkan terkait teknologi yang ada dibelakang Industri 4.0, diantaranya Komputing Power, Kecepatan komunikasi, Kapasitas penyimpanan data, Sensor, Printer 3D, Kecerdasan Buatan, Neiro Bio teknologi dan Nano bio teknologi.

 

“Sehingga kembali saya tegaskan bahwa Indonesia tidak perlu lagi buru buru untuk masuk dalam Industri 4.0, namun yang terpenting adalah penanganan bencana alam di tanah air dilakukan secara efektif, jujur dan transparan,” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan