Cawaketum PII : Saya Ingin Wujudkan Insinyur Indonesia 4.0

TANGKASNews – Calon Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (2018-2021), I Made Dana Tangkas, M.Si, IPU, AER menuturkan bahwa dewasa ini kontribusi industri thd GDP nasional berkisar 20% dan kita pernah mempunyai kontribusi 29% sekitar thn 2002 / 2003.

 

Made Dana Tangkas menambahkan tantangan kita di tahun 2030 diharapkan kita bs terlepas dari jebakan middle income trap yaitu dg pendapatan per kapita rakyat diharapkan mencapai 16500 USD  per capita.

 

Untuk itu,Presiden Instutu Otomotif Indonesia (IOI) ini menyampaikan guna mencapai target tersebut maka harus didorong oleh pertumbuhan kontribusi industri thd GDP harus mencapai di atas 30%.

 

“Menurut WEF syarat utk menjadi negara industri, kontribusi industri thd GDP harus mencapai 35%. Melihat dari kondisi di atas, tantangan yg terbesar bagi bangsa ini adalah harus membangun industri pengolahan di dalam negeri dari industri primer, industri sekunder (hulu-antara-hilir) dan industri tersier. Dlm membangun industri pengolahan ini membutuhkan berbagai keahlian, profesi, kejuruan dan teknologi yg tepat, cerdas dan berkelanjutan agar ke depan menjadi industri yg berdikari dan sejahtera,” papar Made Dana di Jakarta, Minggu (2/12).

 

Dalam keterangannya, Inisiator Kendaraan Pedesaan (AMMDes) ini menjelaskan terkait Organisasi PII.

 

“PII merupakan sebuah organisasi yg disebutkan di dlm UU 11/2014 tentang pengelolaan keinsinyuran di Indonesia. Belakangan ini peran yg diharapkan secara lebih luas adalah  meningkatkan profesionalisme sumber daya keinsinyuran dan penerapan teknologi cerdas & berkelanjutan utk mewujudkan kedaulan industri nasional,”ucapnya.

 

“Oleh karena itu menjadi sebuah peran yg sangat besar dan menjadi tanggung jawab moral bagi PII utk dpt membangun industrialisasi secara luas dlm berbagai bidang industri spt industri minyak dan gas, pertambangan logam dan mineral lainnya, batubara, industri maritim dan kelautan, industri agro dan pangan, industri pengolahan tekstil dan wearing, industri elektronik dan digital economy, industri kreatif, pariwisata, industri alat transportasi (darat, laut dan udara), industri permesinan, industri kimia dan petrokimia, farmasi, kosmetika dan industri hulu-antara-hilir lainnya bersama infrastruktur, industri konstruksi, energi, dan industri pendukung lainnya di negeri yg kita cintai ini,” jelasnya.

 

Sehingga melalui PII, terangnya , yang terdiri 23 badan kejuruan dan struktur organisasi di kepengurusan pusat, wilayah dan cabang menjadi sangat penting untuk dapat  mengempower anggotanya di seluruh lapisan agar dpt mempunyai  kompetensi yg memadai dan mendpt sertifikasi insinyur (dari program PS-PPI di PerTi), insinyur profesional (IPP, IPM dan IPU) dan menjadi global leader di berbagai perusahaan multinasional maupun perusahaan nasional yg menggerakkan kegiatan industrialisasi.

 

” Saat ini kita banyak mempunyai insinyur yg hebat, namun dilihat dari kebutuhan saat ini dan ke depan, maka kita harus cepat membuat program percepatan sertifikasi insinyur di Indonesia,” ungkap Advisor dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

 

Made Dana Tangkas menegaskan jika nanti mendapat kepercayaan menjadi Wakil Ketua PII periode 2018 – 2021, maka akan berupaya membawa Insinyur Indonesia siap menghadapi revolusi Industri 4.0. “Jika terpilih menjadi Wakil Ketua PIi, Saya ingin membawa Insinyur Indonesia 4.0 dan PII 4.0,” tutupnya.

 

Red

Editor : Intan