Cawaketum PII ; Peran Insinyur Indonesia dalam Penerapan Teknologi Cerdas Proses Industrialisasi

TANGKASNews – Calon Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2018- 2021 , Ir. I Made Dana Tangkas, M.Si, IPU, AER menjelaskan terkait prihal “Penerapan Teknologi Cerdas” sebagai salah satu tema yang diangkat dalam Kongres PII ke XXI di Kota Padang, Sumatera Barat, yang mulai gelar besok Kamis (6/12).

 

Made Dana mengatakan sebanyak 14 ribu anggota yang terdaftar dan terverivikasi dalam wadah PII mempunyai peran sangat penting menbantu penerapan Teknologi Cerdas (Smart Teknologi) termasuk Industri 4.0 didalam proses Industrialisasi di Indonesia.

 

Dalam konteks industrialisasi dan making Indonesia 4.0 maupun industry revolution 4.0, ujar Made Dana kita  melihat para pengusaha maupun kalangan pelaku industri dari skala besar, sedang, menengah dan kecil (IKM/UKM/Koperasi) serta juga yang tercakup dalam bidang usaha spt BUMN, BUMD, BUMS, MNC (JVC), dan lain lain mememrlukan suatu pemetaan (roadmap) melalui asesmen pengkategorian level industri .

 

“Apakah mereka berada pada tingkatan industry1.0, industry2.0, industry3.0 atau industry4.0,” ujar Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) ,di Padang Sumatera Barat, Rabu (5/12) siang.

 

Seperti halnya, jika dilihat negara Indonesia berbeda dengan Jerman maupun Jepang, mereka menggunakan ukuran sendiri sbg negara industri yg maju. “Sesungguhnya peta jalan dan posisi pemetaan di atas sangat penting utk menentukan daya saing industri dan bisnis spt apa yg ¬†dijalankan,” ucap CEO IBIMA ini.

 

Sedangkan melihat berbagai aspek persaingan bisnis, Made Dana mengatakan  apakah kita perlu meningkatkan komputerisasi dan otomasi (i3.0) sehingga proses bisnis dapat dijalankan dengan produktivitas yg tinggi.

 

“Atau bahkan perlu ditingkatkan ke i4.0 dg peran 5 teknologi utama IOT (internet of thing), big data, 3D printing, robotic dan intelligent artificial,” paparnya menambahkan.

 

Maka dari itu , Advisor PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ini mengatakan Penerapan Teknologi Cerdas ini harus dilakukan oleh SDM Keinsinyuran yang profesionalisme sehingga dapat tercapainya suatu profit dan target yang diinginkan.

 

” Penerapan Teknologi Cerdas yang dilaksnakan para Insinyur Indonesia jni akan selalu mendatangkan cost & benefit analysis atau besaran investasi harus diperhitungkan dg return/profit yg didapat (ROI),” tutupnya.

 

Red

Editor : Intan