Buka Turnamen Golf, Ahok Sebut DKI Butuh Gubernur Yang Bernyali

TANGKAS – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyindir birokrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya, sebelum dia menjadi gubernur.

Dia mengatakan, dulu pegawai negeri sipil (PNS) bisa naik pangkat antara lain karena bisa bermain golf.

“Ini dulu loh ya, kalau pejabat DKI enggak bisa main golf, jangan harap bisa naik jabatan lagi. Jadi, PNS harus bisa main golf kalau mau naik jabatan,” ujar Ahok ketika membuka turnamen golf di Pantai Indah Kapuk, Sabtu (14/11/2015).

Sebab, kata Ahok, pejabat DKI yang bisa memberikan jabatan kepada PNS adalah mereka yang hobi bermain golf. Pejabat yang dekat dengan mereka yang hobi bermain golf akan diutamakan dalam kenaikan jabatan.

“Ini karena geng-gengannya main golf semua. Baru pelantikan aja ngajaknya langsung main golf,” ujar Ahok.

Ahok mengatakan, kini sudah tidak ada lagi hal seperti itu di Pemerintah Provinsi DKI. Ahok memang sudah merombak banyak sekali pejabat DKI ketika dia menjadi gubernur.

Dia menerapkan sistem seperti permainan ular tangga dalam tatanan birokrasi DKI saat ini.
PNS yang sudah memiliki jabatan tinggi bisa saja turun menjadi anggota staf jika Ahok menilai kinerjanya buruk.

Sebaliknya, anggota staf juga bisa naik menjadi pejabat jika Ahok memercayainya.

“Geng yang suka main golf ini sudah kami pecatin. Sisanya main golf juga, tetapi rajin-rajin,” ujar Ahok.

Ahok kembali menegaskan bahwa tidak sulit menjadi gubernur DKI. Tidak perlu orang yang pintar karena kajian mengenai tata kota DKI serta penyelesaiannya sudah lengkap semua.

“Jadi, Jakarta itu sebetulnya hanya perlu gubernur yang punya nyali dan, satu lagi, enggak punya kepentingan,” ujar Ahok.

Endha (BJ)
EDITOR : DD BIN