BNPB : Hasil Operasi Darurat Karhutla Cukup Signifikan

TANGKAS – Udara di sebagian besar Provinsi Riau dan Jambi makin membaik,  setelah kabut asap kebakaran lahan dan hutan (karhutla) makin menipis, Senin (21/9).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siarannya Selasa (22/9) menyebutkan operasi darurat asap akibat karhutla menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Membaiknya mutu udara ini berdasarkan evaluasi dari posko di Riau dan Jambi pada Senin (21-9), pukul 20.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edward Sanger mengatakan data hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di enam daerah di Riau kini tidak lagi dalam status “Sangat Berbahaya” seperti pekan lalu.

Kandungan konsentrasi “particulate matter” 10 (Pm10) yang terkandung dalam kabut asap di udara kini terus menurun dan berada di bawah angka 100 dalam setara ISPU.

“Data terbaru pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB menunjukan kondisi ISPU di Riau rata-rata dalam tingkat sedang, tidak lagi dalam kondisi sangat berbahaya,” kata Edward.

Alat ISPU di Pekanbaru menunjukan angka 87, Kampar pada angka 78, dan Siak 76.

Kemudian ISPU di Kota Dumai menunjukan angka 67, dua alat ISPU di Kabupaten Rokan Hilir masing-masing menunjukan angka 52, dan dua alat ISPU di Kabupaten Bengkalis masing-masing menunjukan angka 55 dan 62.

“Kondisi udara di Riau lebih baik ketimbang di Jambi yang pada saat yang sama, ISPU mencapai angka 112 yang artinya di level tidak sehat,” kata Edward.

Edward mengatakan Satgas Darurat Asap Riau terus melakukan upaya pemadaman melalui pasukan darat dan udara.

Prajurit TNI yang diperbantukan sebanyak 1.069 personel hingga kini masih disebar ke wilayah yang masih terbakar.

Sementara itu, tiga helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantu dari operasi bom air (water bombing) di tiga lokasi kebakaran.

Helikopter Sikorsky beroperasi di daerah kebakaran Sei Guntung Kabupaten Indragiri Hulu, helikopter Mi 171 ke Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, dan Kamov ke Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 139 titik panas (hotspot) yang tersebar di delapan kabupaten di Provinsi Riau, Senin(21/9)  pagi.

“Titik panas terbanyak terdeteksi di Pelalawan dengan 84 titik,” kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin.

Selanjutnya titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan tersebut terdeteksi di Indragiri Hulu (Inhu) 11 titik, Bengkalis 14 titik, Siak dan Kampar 10 titik, Meranti satu titik, Rokan Hilir dua titik serta Indragiri Hilir tujuh titik.

Riau hingga kini masih dalam status Darurat Pencemaran Udara akibat Kebakaran Lahan dan Hutan yang ditetapkan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada 14 September lalu. NINGSIH – Sumber : (Humas BNPB/ES)

EDITOR : DD BIN