Bermuatan Radikal, Pemerintah Blokir 11 DNS Telegram

TANGKASNEWS – Maraknya postingan yang bermuatan Radikalisme di media sosial menjadi alasana dasar Pemerintah akan menutup medsos seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube.

Dirjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Semuel A. Pangerapan menyampaikan pihaknya kini tengah menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia.

“Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tuturnya dalam keterangan Persnya, Jumat (14/7).

Menurutnya, pemblokiran ini dilakukan karena telah banyak ditemukan banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Samuel menjelaskan ada 11 Domain Name System (DNS) telegram yang diblokir pemerintah, diantaranya, t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org. Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer).

Kemkominfo, tegasnya, telah meminta nternet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram.

RED
EDITOR : INTAN