Baru Rp 3,4 T, Menkeu Sebut Utang Pemerintah Masih Rendah

TANGKASNEWS – Pemerintah akan selalu memperhitungkan keberlanjutan APBN dan kemampuan untuk membayar utang negara.

Selain itu, Pemerintah juga lah berupaya menggunakan utang pemerintah hanya untuk mendanai program-program produktif yang akan menghasilkan potensi penerimaan.

Prihal ini disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2016 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa (18/7).

Sri Mulyani menegaskan hingga kini , Utang Negara masih tergolong rendah dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 28 persen atau sekitar Rp3.466 triliun.

“Angka rasio utang tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara G-20 dan negara ASEAN,” tuturnya.

“Defisit dan tambahan utang harus mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, program pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan dan kualitas pendidikan,” imbuhnya.

Untuk itu, Sri Mulyani menyatakan defisit tidak menjadi pemicu krisis kepercayaan dan utang tetap dapat dikelola pada tingkat yang aman dan sesuai kemampuan untuk membayar kembali.

Menurutnya, kebijakan pembiayaan dan pengadaan utang baru, lebih memprioritaskan sumber dalam negeri yaitu penerbitan SBN.

Pengadaan utang baru, ungkapnya, baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengeluaran belanja, ketersediaan alternatif sumber pembiayaan, serta kondisi portofolio dan risiko utang.

RED
EDITOR ; INTAN