Anggaran Bocor, Upaya Prabowo Tutupi Ketakutan Akan Kebangkitan Indonesia Khilafah

TANGKASNews – ” Saya yakin Prabowo sebenarnya sangat ketakutan dengan adanya keberadaan didalam koalisinya yang menganut asas khilafah dan berniat untuk merubah dasar negara Pancasila melalui gerakan terdahulu yang bertagar #2019GantiPresiden.”

 

“Sehingga untuk menutupi ketakutan akan Indonesia Khilafah dibalik koalisimya, makanya Prabowo berupaya mengalihkan perhatian publik dengan berbagai isu bohong alias Hoax.”

 

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Relawan Dua, H Made Zakir di Bogor pada Kamis (7/2) menanggapi adanya tudingan kebocoran anggaran di pemerintahan Jokowi JK saat ini.

 

Menurutnya isu hoaks kebocoran anggaran yang dilemparkan baru baru ini merupakan salah satu rangkaian Hoax yang diunngkapkan guna menutupi ketakutannya akan adanya Indonesia Khilafah didalam koalisinya.

 

“Saya paham betul Prabowo. Beliau itu Merah Putih dan sangat setia akan Pancasila, sehingga Prabowo sangat ragu adanya keberadaan salah satu partai pendukungnya yang mempunyai niat untuk berkhilafah di Indonesia,” ujar Made Zakir.

 

Isu bocornya anggaran , sambung Made Zakir merupakan upaya Prabowo untuk pengalihan isu Khilafah yang kini sangat kuat beredar di Jawa , khususnya di Jawa Barat. ” Isu Kebangkitan Khilafah memang kini sangat kuat beredar di wilayah Jawa Barat, dengan adanya laporan dari berbagai pihak yang telah masuk ,” paparnya.

 

Jadi menurut Made Zakir , menyarankan kepada Bapak Jokowi agar tidak terpancing dengan pancingan isu fiktif yang merupakan bagian strategi kampanye dari Prabowo Sandi sesuai anjuran dari Konsultan Asing yang digunakan. ” Pak Jokowi Jangan terlalu terpancing dengan isu hoaks , semburan dusta dari mulutnya Prabowo. Itu bagian dari strategi yang diciptakan Konsultan Asing yang disewanya ” ucapnya

 

” Saya sudah tahu dan telah mendapat laporan dari beberapa rekan dekat Prabowo bahwa memang betul Tim Prabowo Sandi telah menyewa dan menggunakan jasa konsultan asing dalam kampanye Pilpres 2019,” jelasnya.

 

Red

Editor : Intan