Alumni ITB : Pemindahan Ibukota Itu Sebenarnya Kompensasi Politik untuk Prabowo cs

TANGKASNews – Putusan pemindahan ibukotanegara ke wilayah Kalimantan Timur oleh Presiden Jokowi dinilai sangat dipaksakan dan menjadi bagian dari kompensasi politik pasca pilpres lalu.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Industri ITB , Ir. Made Dana Tangkas di Jakarta, Kamis (5/9).

Made Dana menambahkan bahwa putusan Kepala Negara memindahkan ibukota negara ke Kaltim ditengah hiruk pikuknya situasi politik dan ekonomi nasional itu terlihat sangat jelas ada maksud tersembunyi terkait pilpres kemarin .

“Pemindahan ibukota itu sebenarnya kompensasi politik untuk Pak Prabowo Subiyanto ,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian besar lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara itu dikuasai pihak kelurga besar Prabowo.

“Sebenarnya masih banyak masalah bangsa yang urgen harus diselesaikan oleh pak Jokowi di periode pertama kepemimpinannya. Baik terkait pembubaran ormas Radikal FPi ataupun hingga perbaikan ekonomi nasional,” ujarnya.

” Sehingga dapat dikatakan putusan pemindahan ibukota negara tersebut sebenarnya bukan untuk kepentingan rakyat , melainkan untuk penguasa lahan besar di Kalimantan, khususnya keluarga besar Prabowo Subiyanto ,”pungkasnya.

Sedangkan dilansir dari harian kompas, akhir agustus lalu Dinamisator JATAM Kalimantan Timur Pradarma Rupang mengatakan hal serupa.

“ada kompensasi politik bagi Prabowo Subianto pasca-Pilpres 2019 di balik rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur,” ujarnya.

Rupang menjelaskan bahwa sebagian besar lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara, khususnya di Kecamatan Sepaku, dikuasai oleh PT ITCI Hutani Manunggal IKU dan ITCI Kartika Utama.

Dimana kedua perusahaan tersebut,
pemegang Hak Penguasaan Hutan (HPH) itu disebut milik Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo sebagai komisaris utama..

” Kabupaten Penajam Paser Utara terutama di Kecamatan Sepaku rencana ini (pemindahan ibu kota) akan menguntungkan Hashim Djojohadikusumo karena lahan di sana dikuasai oleh PT ITCI Hutani Manunggal IKU dan ITCI Kartika Utama,”¬†paparnya.

“Pemindahan berkedok mega proyek ini hanya akan menguntungkan oligarki pemilik konsesi pertambangan batu bara dan penguasa lahan skala besar di Kalimantan Timur,”¬†jelasnya.

Red
Editor intan