Airlangga : Swiss Berikan Bantuan Rp 110 M Untuk Pengembangan Vokasi di Indonesia

TANGKASNews – “Pemerintah Swiss akan memberikan bantuan sebesar Rp110 miliar dalam bentuk fisik dan pelatihan untuk empat sekolah vokasi Kementerian Perindustrian dan satu milik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.”

 

Pernyataan ini ditegaskan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/1).

 

Airlangga mengutarakan Pemerintah Indonesia dan Swiss sepakat melakukan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi, terutama terkait pengembangan sistem politeknik dan akademi komunitas. Kolaborasi yang dinamakan The Skills for Competitiveness (S4C) Project ini bertujuan untuk memberikan terobosan dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan dunia industri.

 

Airlangga menjelaskan keempat sekolah vokasi Kemenperin yang akan dibantu, yaitu Politeknik Baja Batulicin, Kalimantan Selatan, Politeknik Logam Morowali, Sulawesi Tengah, Politeknik Kayu dan Pengolahan Kayu Kendal, Jawa Tengah, serta Akademi Komunitas Industri Logam Bantaeng, Sulawesi Selatan. Sementara itu, satu sekolah milik Kemenristekdikti adalah Politeknik Pemrosesan Ikan Jember, Jawa Timur.

 

Dalam keterangannya, Ketua Umum Golkar ini menambahkan kerja sama kedua belah pihak ini akan meliputi beberapa aktivitas seperti manajemen, kuliah dan pelatihan, penambahan kurikulum, serta penyiapan jejaring dan dukungan teknis dalam pengembangan sistem pendidikan vokasi. “Mereka berkomitmen mendanai fase pertama selama empat tahun proyek, ” paparnya .

 

Lebih lanjut , Menperin mengatakan program ini akan menghasilkan anak muda dengan kualifikasi dan kualitas lebih baik yang dapat mengisi posisi manajemen tingkat menengah di industri untuk mengoptimalkan proses produksi. “Apalagi, salah satu kunci dalam penerapan Industry 4.0 adalah pembangunan SDM,” ucapnya .

 

Swiss , ujarnya merupakan salah satu negara yang unggul mengembangkan pendidikan vokasi, khususnya dalam penerapan sistem ganda (praktik dan terori). “Swiss ingin agar Indonesia juga punya kemampuan yang sama,” imbuhnya.

 

Maka dari itu Kemenperin papar Airlangga, meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan industri di sejumlah wilayah di Indonesia. “Implementasi program ini seperti yang diterapkan di sekolah-sekolah vokasi kami karena telah menjadi rujukan, ” jelasnya.

 

Airlangga menjabarkan Kemenperin memiliki sembilan SMK, sembilan Politeknik, dan satu Akademi Komunitas.

 

“Seluruh unit-unit pendidikan ini mempunyai program studi khusus untuk pengembangan industri di wilayah tersebut. Kami telah menerapkan 70 persen praktik dan 30 persen teori. Makanya, 98 persen lulusan kami terserap kerja, bahkan sudah dipesan industri, “paparnya.

 

Menurutnya, Hasil pelaksanaan program pendidikan vokasi link and match tersebut, Kemenperin telah melakukan penyelarasan sebanyak 35 program studi yang dibutuhkan industri saat ini untuk diterapkan pada kurikulum di SMK.

 

“Misalnya materi mengenai teknik ototronik, teknik audio dan video, serta teknik robotik yang tengah dibutuhkan oleh sektor industri otomotif saat ini terutama dalam menghadapi era ekonomi digitan dan Industry 4.0,” tegasnya.

 

Red

Editor : IntaN