Ahok Menangis, Sebut Rakyat Pemilih Diarahkan Untuk Pilih Pemimpin Terburuk

TANGKAS – Gelar Sidang Kasus Penistaan Agama Cagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah berlangsung di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (13/12) pagi.

Ahok yang dikenal sebagai macan balai kota meneteskan air mata di tengah pembacaan dakwaan atas penyanggahan dirinya yang dituduh sebagai penista agama islam.

Tetesan air mata ahok ini dikarenakan dalam kenangan terhadap orang tua angkatnya (Alm).H. AndiBaso Amir dan menjadi warga muslim yang taat.

Ahok dalam pembelaannya mengaku merasa sangat sedih karena telah dituding sebagai penista agama islam.

“Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja saya telah menista saudara-suadara angkat saya sendiri yang beragama Islam,” tuturnya diiring tetesan air mata di ruang sidang PN Jakut.

Ahok menambahkan bahwa ayah kandungnya Indra Tjahaja Purnama dengan Ayah angkatnya (mantan bupati bone 1967) telah bersumpah menjadi saudara hingga akhir hayatnya. ” Ayah Saya dan Ayang angkat saya telah bersumpah akan menjadi saudara hingga hayatnya,” ucap Ahok.

Sebelumnya, Ahok mengatakan bahwa situasi pilkada saat ini tidak sehat. Dimana para pemilih saat ini diarahkan untuk memilih pemimpin yang seagama, sesuku, seagama, dan seiman.

“Pemilihan kali ini, Rakyat pemilih tidak akan mendapatkan pemimpin yang terbaik melainkan mendapatkan pemimpin terburuk, karena rakyat pemilih diarahkan, diajarkan dan telah dihasut untuk memilih sesuku, seagama, seras, dan seiman,” tegasnya.

RED
EDITOR : INTAN