Agustus 2017, Kemenperin dan IOI Targetkan Publikasi Prototype Kendaraan Pedesaan Indonesia

TANGKAS – ” Berangkat dari perkembangan Industri indonesia persaingan pasar global di era MEA, kita harus membangun, mendidik, dan membina pengembangan SDM Industri.”

Demikian yang disampaikan Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), Made Dana Tangkas dalam acara Forum Grup Discussion (FGD) yang mengusung tema “Pengembangan SDM Industri, IKM, dan Kendaraan Pedeasaan Indonesia,” di Gedung Kementerian Perindustrian , Jakarta pada Selasa (29/11).

Dalam acara tersebut, Made Dana Tangkas memaparkan bahwa tujuan digelar FGD ini alhasil kerjasama IOI bersama Kemenperin adalah Bagaimana caranya kita bersama mengembangkan SDM Industri dan IKM didalam negeri.

” Kami mengajak seluruh peserta FGD untuk membuat kendaraan pedesaan di Indonesia,” ujarnya. “Setuju Nggak Kira kira ? ” imbuhnya.

Menurutnya, Kendaraan Pedesaan Indonesia ini Ide, produksi, kepemilikan dan brandingnya benar benar 100 persen dari dalam negeri.

Selanjutnya, Made Dana Tangkas menegaskan bahwa IOI Bersama Kemenperin menargetkan pada Agustus 2017 pihaknya telah mempunyai dua prototype Kendaraan Pedesaan.

Terkait prototype Kendaraan Pedesaan ,tambahnya, IOI bersama Kemenperin akan menggelar lomba prototype Kendaraan Pedesaan yang akan diikuti oleh seluruh perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kendati demikian, Made Dana Tangkas menekankan spesifikasi Kendaraan Pedesaan tersebut, diantaranya ; Pertama, Model Kendaraan Pedesaan tidak ketinggalan zaman. Kedua, Harga jual tidak terlalu tinggi dengan kisaran harga Rp 60 – 70 Juta.

Selanjutnya, Kecepatan Maksimal Kendaraan Pedesaan nantinya akan disetting maksimal 50 – 60 km/jam.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat memberikan presiasi kepada IOI atas adanya gagasan akan pelaksanaan lomba Prototype dari Kendaraan Pedesaaan.

Syarif menekankan bahwa kerjasama yang telah dilakukan bersama IOI atau stakeholder lainnya sesuai dengan arahan Presiden Jokowidodo yang menginginkan “Bagaimana menyiapkan tenaga kerja untuk meningkatkan industri dalam negeri.”

Hal Senada disampaikan Kepala BPPI Kemenperin , Haris Mundandar yang mengatakan Kendaraan Pedesaan ini sesuai dengan target pembangunan pemerintah, dimana Kendaraan Transportasi menjadi industri prioritas.

Acara FGD ini dihadiri dari beberapa rektor perguruan tinggi seluruh Indonesia dan dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama nota kesepahaman (MoU) antara Kemenperin, IOI, dan Perguruan Tinggi tersebut.

RED
EDITORĀ  : INTAN