Ada Dua Hakim MK Berupaya Keras Memenangkan Gugatan Prabowo Sandi

TANGKASNews – Menyimak jalannya sidang terbuka Sengketa Pilpres sejak 14 Juni hingga 21 Juni 2019, sudah terlihat apa yang akan menjadi Amar putusan Mahkamah Konstitusi pekan depan.

Ketua Relawan Dua Periode, H Made Zakir menuturkan sepekan pelaksanaan sidang terbuka Sengketa Pilpres 2019, kubu Prabowo Sandi yang bertindak sebagai pemohon gugatan sangat jelas terlihat tidak dapat membuktikan tuduhan kecurangan yang TSM , baik dari keterangan saksi, ahli maupun bukti bukti Gugatan.

” Gugatan Prabowo Sandi di persidangan telah Patah Total berantakan dan ini disaksikan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Made Zakir dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/6).

Saksi saksi yang dihadirkan Kubu Prabowo Sandi, sambungnya, sama sekali tidak mempunyai kemampuan dalam membuktikan tuduhan kecurangan yang TSM sesuai dengan gugatan yang diajukan. ” Pada akhirnya masyarakat Indonesia menyaksikan dengan mata telanjang, bahwa apa yang diteruskan kubu Prabowo Sandi selama ini hanyalah gugatan imajiner dan didasarkan atas dalil dalil liar atau goib,” paparnya.

Menurutnya, Sangat disayangkan pemerintah harus mengeluarkan dana puluhan milyar untuk melaksanakan sidang sengketa Gugatan Pilpres 2019 , hanya untuk menyaksikan adegan lenong saja dan sangat memalukan .

Kendati demikian , Made Zakir menghimbau agar masyarakat pendukung Jokowi Amin agar tidak berbesar hati dulu, karena menurut pengamatan ada beberapa Hakim MK yang berambisi untuk memenangkan gugatan Prabowo Sandi ini.

” Dalam sidang terbuka MK ke IV dan ke V, saya melihat ada dua dari sembilan Hakim MK yang sangat jelas terlihat berupaya untuk memenangkan gugatan Prabowo Sandi dalam kasus sengketa Pilpres 2019,” paparnya.

Hakim Hakim MK itu, terangnya , terlihat jelas sangat berpihak dengan tim kuasa hukum Paslon 02 dengan menggiring beberapa pertanyaan agar gugatan kecurangan Pilpres TSM tersebut mempunyai alibi yang kuat dengan menabrak aturan hukum yang berlaku.

Untuk itu, Made Zakir menegaskan agar para Hakim MK yang diberi mandat menangani kasus sengketa Pilpres 2019 ini bisa lebih mengutamakan kepentingan bangsa dibandingkan keperluan pribadi. ” Tentunya mereka hakim hakim MK yang berupaya keras memenangkan gugatan sengketa Pilpres dari kubu Prabowo Sandi ini tentunya sudah ditawarkan harga yang sangat tinggi Khan,” imbuhnya.

” Namun semuanya itu hanya dugaan saya saja berdasarkan pengamatan selama sidang terbuka gugatan tersebut berlangsung. Tapi harus tetap waspada dengan adanya suatu rencana dari maksud Hakim Hakim MK yang saya maksud tersebut dengan nasib bangsa ini. Bisa saja hakim MK yang saya maksud itu memang Anti Jokowi, atau sudah ditawarkan nominal harga yang menggiurkan atau jabatan dari Prabowo Sandi. Ini baru dugaan , semoga tidak benar, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Mantan Ketua MK Mahfud MD telah menegaskan bahwa setelah melihat sidang Keempat MK terkait menghadirkan saksi saksi dari Paslon 02 , dinyatakan bahwa proses sidang kasus sengketa Pilpres 2019 telah selesai, Gugatan Prabowo Sandi itu Gagal dan terpatahkan, karena dinyatakan tidak dapat membuktikan atas tuduhan kecurangan Pilpres 2019 yang TSM.

Mahfud MD juga dalam keterangannya berpesan kepada para Hakim MK yang bertugas dalam kasus sengketa Pilpres 2019 ini mampu menunjukan kinerja yang profesional dan Netral serta berjalan sesuai aturan hukum perundang undangan yang berlaku.

Red
Editor : Intan